3 G

Sebelum membahas lebih jauh mengenai 3G ada baiknya kita mengetahui apa itu 3G, karena banyak yang salah persepsi mengenai apa yang dimaksud dengan 3G. Berikut ini kutipan yang diambil dari situs esiklopedia “wikipedia” :

International Telecommunication Union (ITU) pada tahun 1999 telah mengeluarkan standar yang dikenal sebagai IMT-2000 (International Mobile Telecommunications-2000) yang meliputi GSM, EDGE, UMTS, CDMA, DECT danWiMAX, dimana 3G berada di bawah standar IMT-2000 tersebut. Secara umum, ITU, sebagaimana dikutip oleh FCC mendefinisikan 3G sebagai sebuah solusi nirkabel yang bisa memberikan kecepatan akses:

  • Sebesar 144 Kbps untuk kondisi bergerak cepat.
  • Sebesar 384 Kbps untuk kondisi bergerak.
  • Paling sedikit sebesar 2 Mbps untuk kondisi statik atau pengguna stasioner.

Selain itu ada juga penejasan dari sebuah literature lain yang menyebutkan beberapa point tambahan lagi , yaitu :

  • Alokasi kecepatan berdasarkan kebutuhan
  • Harus dapat mengakomodasi kebutuhan asymmetric antara uplink dan downlink.

Jadi yang dinamakan 3G belum tentu adalah sebuah sistem yang memakai sistem WCDMA, bisa jadi 3G berasal dari sistem-sistem lain yang memenuhi persyaratan tersebut diatas. Beberapa sistem yang mendukung 3G dapat dilihat pada gambar berikut :

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa ada beberapa sistem yang mendukung 3G namun kurang kita (user Indonesia) kenal, selain system diatas ada juga WiMAX yang mengembangkan teknologi nirkabel yang mempunyai kecepatan transmisi yang bisa dikategorikan sebagai 3G. Sedangkan teknologi 3G yang saat ini berkembang di Indonesia berasal dari dua sistem yaitu WCDMA dan CDMA-2000x ( lebih khusus lagi adalah WCDMA FDD).

UMTS (Universal Mobile Telecommunication System) merupakan 3G system yang  mengadopsi WCDMA sebagai air interface, oleh karena itu orang sering menyebut UMTS sebagai WCDMA.

Dilihat dari fungsinya UMTS terbagi menjadi Radio Access Network (RAN) dan Core Network (CN), dimana RAN menjalankan semua tugas yang berkaitan dengan komunikasi radio dan CN menangani pertukaran data serta routing dari semua call dan data communication didalam UMTS dan dengan external network. Dengan begitu CN,RAN,UE (User Equipment ) akan membentuk sistim UMTS secara utuh.

Software-defined Radio (SDR)

.

Software-defined Radio (SDR)

Software-defined Radio atau sering disebut sebagai SDR, adalah sebuah system komunikasi radio dimana komponen yang awalnya berupa hardware (mixer, filter, amplifier, modulator/demodulator,detector, dll.) digantikan dengan menggunakan software yang dipasang pada sebuah personal komputer atau computing devices. SDR bukanlah merupakan sebuah teknologi yang baru, seiring makin cepatnya perkembangan dibidang elektronik digital membuat sesuatu yang awalnya hanya sebatas teori bisa menjadi sebuah kenyataan atau denangan kata lain bisa diimplementasikan.

Basic system SDR terdiri dari sebuah personal komputer dengan sound card atau analog-to-digital converter, yang sebelumnya didahului oleh sebuah proses dari RF front end. Signal processing yang sangat banyak dapat ditangani oleh general-purpose prosessor, dan tidak membutuhkan sebuah hardware yang didesain kusus untuk menangani pemprosesan ini. Hal ini dapat diibaratkan seperti halnya ketika membuat sebuah hardware yang digunakan untuktransmit dan recieve sebuah sinyal yang memiliki protocol yang berbeda yang hanya based on software.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.